Oleh: Marsus
Elif, kau dengar alunan lagu itu?
Elif, kau dengar alunan lagu itu?
Pada malam ke berapa telah kita lampaui
Senandung
suara serakmu, air mata yang mengiris-iris dadamu
Sebab kekasihmu meninggalkan luka
dalam jiwamu
Elif, bukankah kau tahu, rindu yang terus
berkecamuk di batinmu
Belum
tentu lelakimu menyimpan rindu pula untukmu.
Elif, bila kau duduk diambang kepedihan, maka berdoalah!
Basah
air matamu karena luka rindu, lekaslah kering
Atau
tumpah dengan kebahagiaan.
Bukankah kau merasa, rindu itu kian mengoyak-koyak
seluruh persendian tulang-tubuhmu, Elif?
Elif, aku tahu hatimu satu, rindu dan kasihmu pun hanya satu.
Tidak ada harapan sekecil debu pun bisa kutanam pada sepetak hatimu
Biarpun semua beralu, bila hanya akan melukai batinmu untuk kedua kali.
Elif, tidakkah kau ijinkan kuciumi sisa jejak kakimu,
di belataran debu kering ini nan panas penuh keganjilan?
Yogyakarta, 24 Mei
2015
#terispirasi dari sebuat film
#terispirasi dari sebuat film

1 comments:
Trims mas ;)
Post a Comment